Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan media Vietnam menjelang lanjutan Piala AFF 2026. Penampilan impresif skuad Garuda membuat sejumlah media di Negeri Naga Biru mengingatkan tim nasional mereka agar tidak menganggap remeh kekuatan Indonesia.
Salah satu media ternama Vietnam, Thanh Nien, bahkan mengangkat kembali kenangan pahit pada Piala AFF 2020 sebagai pengingat bahwa kesalahan serupa tidak boleh terulang. Menurut mereka, Indonesia telah berkembang menjadi salah satu kandidat kuat di kawasan Asia Tenggara dan layak diwaspadai.
Trauma Piala AFF 2020 Kembali Diingat
Media Vietnam menyoroti momen ketika Indonesia dan Vietnam sama-sama mengumpulkan 10 poin pada fase grup Piala AFF 2020.
Meski memiliki selisih gol identik (+9), Indonesia berhasil finis di posisi yang lebih baik berkat keunggulan produktivitas gol. Saat itu Garuda mencetak 13 gol, sedangkan Vietnam hanya mampu mengoleksi sembilan gol.
Pengalaman tersebut disebut sebagai pelajaran penting agar Vietnam tidak hanya fokus mengejar kemenangan, tetapi juga memperhatikan produktivitas gol sepanjang fase grup.
Indonesia Dinilai Semakin Berkualitas
Performa Timnas Indonesia di awal Piala AFF 2026 mendapat banyak pujian.
Media Vietnam menilai skuad Garuda tetap memiliki kualitas tinggi meski tidak selalu diperkuat seluruh pemain terbaiknya. Kedalaman skuad serta kemampuan pemain muda dan senior bekerja sama membuat Indonesia dinilai sebagai lawan yang sangat berbahaya.
Kemenangan meyakinkan Indonesia pada laga pembuka semakin memperkuat anggapan bahwa Garuda merupakan salah satu pesaing utama dalam perebutan gelar juara.
Vietnam Diminta Tidak Terlena
Sebelumnya Vietnam meraih kemenangan besar pada pertandingan pembuka turnamen. Namun media lokal menegaskan bahwa hasil tersebut tidak boleh membuat skuad asuhan Kim Sang-sik merasa terlalu percaya diri.
Menurut mereka, Indonesia akan menjadi ujian sesungguhnya karena memiliki kualitas permainan yang berbeda dibanding lawan-lawan sebelumnya.
Media Vietnam menilai pertandingan melawan Indonesia bisa menjadi penentu siapa yang akan keluar sebagai juara grup sekaligus membuka jalan menuju babak berikutnya.
Persaingan Asia Tenggara Semakin Ketat
Dalam beberapa tahun terakhir, rivalitas Indonesia dan Vietnam semakin meningkat.
Indonesia berhasil mencatat sejumlah hasil positif ketika menghadapi Vietnam dalam berbagai ajang internasional. Di sisi lain, Vietnam tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar di Asia Tenggara berkat konsistensi mereka dalam beberapa edisi turnamen regional.
Hal tersebut membuat setiap pertemuan kedua tim selalu berlangsung dengan tensi tinggi dan mendapat perhatian besar dari publik sepak bola ASEAN.
Indonesia Dianggap Ancaman Serius
Media Vietnam juga menilai perkembangan Timnas Indonesia berlangsung sangat cepat.
Kombinasi pemain muda berbakat, pemain berpengalaman, dan peningkatan kualitas permainan membuat Garuda kini tidak lagi dipandang sebagai tim yang mudah dikalahkan.
Bahkan beberapa media menyebut Indonesia sebagai salah satu ancaman terbesar bagi ambisi Vietnam untuk kembali menjadi juara Piala AFF 2026.
Laga yang Dinanti Pecinta Sepak Bola ASEAN
Apabila kedua tim bertemu pada fase berikutnya, pertandingan dipastikan berlangsung sengit.
Indonesia diprediksi mengandalkan permainan menyerang dengan pressing tinggi, sementara Vietnam tetap mengusung organisasi permainan yang disiplin serta transisi cepat.
Duel ini bukan hanya memperebutkan tiga poin atau tiket ke babak selanjutnya, tetapi juga menjadi ajang pembuktian siapa yang pantas disebut sebagai kekuatan terbaik di Asia Tenggara saat ini.
Penutup
Meningkatnya kewaspadaan media Vietnam menunjukkan bahwa Timnas Indonesia kini semakin dihormati di kawasan Asia Tenggara. Trauma Piala AFF 2020 kembali diangkat sebagai pengingat bahwa Garuda selalu mampu memberikan kejutan ketika menghadapi Vietnam.
Dengan performa yang terus meningkat dan kepercayaan diri yang tinggi, Timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali menjadi batu sandungan bagi Vietnam pada Piala AFF 2026. Sementara itu, Vietnam tentu akan berusaha keras agar pengalaman pahit beberapa tahun lalu tidak kembali terulang.
